Sejak terbentuknya negara Federasi Australia di tahun 1901, politik luar negeri negara tersebut memperlihatkan dimensi yang hingga kini tetap mendapat tempat tertinggi dalam skala prioritas pemerintahnya. Ketergantungan pada negara sahabat yang berbobot yang dapat menjamin keamanannya, merupakan unsur yang sangat penting dalam politik luar negeri Australia. Hingga awal Perang Dunia II, Inggerislah yang berperan sebagai penjamin keamanan dan eksistensi negara itu. Akan tetapi penetrasi Jepang ke wilayah Asia Tenggara pada awal Perang Dunia II, di mana Australia untuk pertama kali dalam sejarahnya diancam invasi negara asing, jelas memperlihatkan ketidakmampuan Inggeris untuk berfungsi dalam peranan tersebut. Keadaan demikian memaksa Australia mencari negara sahabat yang dapat menggantikan Inggeris, dan sejak itu Amerika Serikat berfungsi sebagai penjamin utama keamanan negara itu.
Sejak berakhirnya Perang Dunia II, politik luar negeri Australia memperlihatkan dimensi lain, yang tidak kurang penting artinya dalam skala prioritas Pemerintah Australia. Di dalam situasi sesudah Perang Dunia II, wilayah Asia Tenggara berada dalam keadaan destabilisasi karena terjadinya revolusi di beberapa negeri, termasuk Indonesia. Keadaan demikian memaksa Australia menilai kembali konsep-konsep strategis yang didasarkan pada terus berlangsungnya kekuasaan kolonial Belanda di wilayah tersebut. Penilaian kepentingan strategis Australia terhadap negara-negara Asia Tenggara ditentukan oleh jauh-dekatnya jarak dari benua Australia. Oleh karena itu, Indonesia sebagai negara tetangga terdekat merupakan faktor yang sangat penting bagi keamanan Australia hingga kekhawatiran mengenai pola tingkah laku politik Indonesia mempengaruhi perumusan dan implementasi politik luar negeri negara Kangguru ini.
Segi geo-politik
Letak geografis Australia sangat mempengaruhi posisi negara tersebut, karena selain dikelilingi oleh Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, letaknya berdekatan dengan wilayah Asia Tenggara. Pantai barat laut dan pantai utara Australia merupakan batas terdekat dengan wilayah Indonesia. Garis pantai barat Australia yang menonjol ke Samudera Hindia memberikan peluang bagi Australia untuk mengawasi hubungan lautnya dengan Afrika, sub-kontinen India, dan wilayah Asia Tenggara. Garis pantai timur yang dikelilingi seluruhnya oleh Samudera Pasifik mempermudah hubungan lautnya dengan Amerika Utara dan Amerika Selatan. Dan benua Australia selain dikelilingi oleh dua samudera dari tiga jurusan, pada bagian utara dikelilingi oleh Irian yang seolah-olah berfungsi sebagai atap atas garis pantai utaranya.