Kita semua mengetahui bahwa pendekatan kebutuhan dasar manusia dalam pembangunan tumbuh dari usaha pencarian suatu strategi pembangunan yang bisa lebih efektif, dalam menangani kemiskinan yang berlarut-larut di sebagian besar dunia. Dalam jangka waktu 25-30 tahun, strategi demikian harus mampu membalikkan kecenderungan ketidakmerataan yang semakin meningkat dalam masyarakat-masyarakat yang sedang berkembang, yang senantiasa mengancam untuk membiarkan 20% penduduk dunia yang termiskin tetap berada dalam kemiskinan yang parah. Pendekatan kebutuhan dasar merupakan serangan langsung terhadap kemiskinan dunia dengan memenuhi kebutuhan dasar di bidang pangan, nutrisi, kesehatan, pendidikan, dan perumahan, demikian pula lewat kegiatan-kegiatan yang bisa menambah lapangan pekerjaan serta penghasilan di kalangan kelompok-kelompok pendapatan terendah yang jumlahnya mencapai 40% itu. Ini dikaitkan dengan perangkat kebijaksanaan yang terdiri dari tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi (6-8%), pembagian kembali pendapatan dan-sampai tingkat tertentu-kekayaan, pengarahan kembali investasi, dan tinjauan kembali atas semua pola konsumsi dan produksi. Diharapkan bahwa gebrakan demikian, dengan sektor pedesaan dan buruh sebagai dua faktor utama dalam kenaikan produktivitas, akan membawa kita kepada kegiatan pembangunan yang digerakkan dari dalam, yang seiring dengan berjalannya waktu akan berkembang menjadi suatu mesin penggerak dari dalam untuk pembangunan.
Tidaklah mengherankan bahwa dalam waktu yang relatif singkat Model Kebutuhan Dasar telah memperoleh banyak sambutan di berbagai tempat dalam komunitas internasional. Berdasarkan pertimbangan tertentu, ia memang patut mendapatkan sambutan. Model Kebutuhan Dasar jelas merupakan suatu sumbangan yang penting bagi teori pembangunan yang memiliki himbauan moral yang kuat. Ia memberikan kemungkinan cerah untuk memasuki masalah pembangunan, yang nampaknya berada di luar jangkauan efektif dari strategi pembangunan sebelumnya. Sesungguhnya, di sejumlah negeri ia telah menghasilkan sejumlah penyesuaian yang penting dalam program-program pembangunannya. Meskipun demikian, memang benar bahwa kendati berbagai data telah dikembangkan guna menunjang konsep tersebut1 dan mengembangkan perangkat kebijaksanaan dalam sekian bidang prioritas yang dipersoalkan oleh Model Kebutuhan Dasar.2, anehnya tak banyak yang dilakukan buat mempelajari kerangka kebijaksanaan nasional untuk pembangunan yang perlu untuk secara efektif melaksanakan Model Kebijaksanaan Dasar itu; kaitannya dengan tujuan-tujuan pembangunan nasional lainnya, atau dengan dinamika ekonomi-politis dari proses pembangunan itu sendiri. Beberapa studi menyebutkan perlunya “kemauan politik” sebagai prasyarat bagi terlaksananya model ini, tapi tak ada yang mengutarakan bagaimana mewujudkan kemauan politik tersebut.3³ Mereka juga tidak mempersoalkan risiko-risiko politis serta biaya-biaya, imbalan-imbalan politik dan ekonomi yang rumit yang harus diciptakan serta berbagai dilema yang membingungkan dan harus dihadapi dalam hubungan ini.
* Ini adalah versi yang sedikit dirubah dari kertas-kerja yang disampaikan pada seminar tentang “Berbagai Implikasi dari Model Kebutuhan Dasar”, yang dilaksanakan oleh “Dewan Penasihat Nasional untuk Kerjasama Pembangunan” Belanda, yang diadakan di Den Haag tanggal 24 Februari 1978. Pengarang ingin menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Sayuti Hasibuan, Stijn Albregts dan James Grant atas saran-saran mereka yang berharga buat naskah awal tulisan ini. Namun, pengaranglah yang tetap bertanggungjawab bila terdapat kesalahan atau kekeliruan penilaian di dalamnya.
1 Amilcar D. Herrera, dkk., Bencana atau Masyarakat Baru?. Model Dunia Amerika Latin, (Pusat Penelitian Pembangunan Internasional), Ottawa, Kanada, 1976, Ketenagakerjaan, Pertumbuhan dan Kebutuhan Dasar: Masalah Satu Dunia, (Jenewa: Kantor Buruh Internasional, 1976). James P. Grant, Tatanan Dunia yang Berubah dan Miliaran Termiskin di Dunia: Pendekatan Baru untuk Memenuhi Kebutuhan Manusia yang Penting. Kertas-kerja ini dibawakan pada Konferensi Pugwash ke-25 di Madras, India, tanggal 12-19 Januari 1976. The Planetary Bargain, Proposals for a New International Economic Order to Meet Human Needs, Laporan Workshop Internasional di Aspen, Colorado, 7 Juli-1 Agustus, 1975.
2 ohn McHale Ph. D., Memenuhi Kebutuhan Dasar Manusia: Dalam Tujuan Lingkungan dan Pembangunan yang Harmonis, Studi Kelayakan, Magda Cordell McHale, Houston, Texas, Februari 1977. Juga oleh sebagian besar badan-badan perwakilan khusus PBB.
3 Hollis Chenery et al., Redistribusi dengan Pertumbuhan. Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan, AS, 1974, diskusi yang menarik mengenai kerangka politik. Bagaimana pun topik ini tetap menunggu suatu analisa yang menyeluruh. Lihat juga: Marshall Wolfe, Human Development and Social Change, ECLA, Divisi Pengembangan Sosial, E/CEPAL/9B/Oktober 1975.