Prisma

Bisnis Filem Bisnis Darurat

Sudah bertahun-tahun lamanya peredaran filem di Indonesia bagai sedang berjalan di benang kusut. Ini terjadi di antara produser, pengedar dan bioskop. Akibatnya, setiap hari, hanya sepersepuluh kursi di bioskop yang terisi penonton. Menurut J.B. Kristanto, penulis artikel ini, hal itu karena pengaruh peraturan yang berganti-ganti tanpa tenggang waktu, tidak jelas, dan semena-mena. Ia lantas menilai, bahwa peraturan-peraturan yang tidak membantu melicinkan bisnis film itu hanya sebagai pameran kekuatan politik.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan