Pengantar
Untuk perkembangan usaha di bidang apapun, diperlukan antara lain modal uang, baik secara tetap maupun secara sementara untuk waktu-waktu yang singkat. Ada modal usaha yang dapat dipergunakan dengan membayar bunga secara tetap, ada pula yang dapat dipergunakan dengan memberikan sebagian keuntungan usaha. Para pengusaha tinggal mempertimbangkan harga dan sifat-sifat modal maupun keperluannya untuk itu.
Masyarakat juga selalu memiliki sebagian penghasilan yang ditabung untuk hari tua maupun hari esok. Ada tabungan yang secara terus menerus mengalir masuk kas, ada pula tabungan yang dikumpulkan karena menunggu jumlah yang mencukupi. Ada pula yang timbulnya secara tidak tertentu karena memang didapat dari penghasilan yang tidak menentu kelebihannya. Semua dana ini terkumpul melalui perbankan dan asuransi serta lain-lain usaha yang berusaha mengumpulkan dan memanfaatkan tabungan-tabungan ini untuk mendapatkan hasil lebih antara pembayaran dari pemakai modal dan pembayaran kepada pemiliknya.
Dalam perkembangan dunia usaha dikenali oleh bursa untuk modal dan saham, yaitu suatu mekanisme yang memungkinkan pemakai dan pemilik modal dalam pelbagai bentuk dan sifatnya, saling berterusan dan mendapatkan kebutuhan masing-masing dengan suatu cara yang sederhana dan dengan harga yang pantas terbuka. Bursa ini merupakan penyempurnaan dari transaksi jual-beli antara satu dan satu, antara kelompok dan pelbagai kelompok, dengan harapan harga yang tercapai dalam bursa adalah harga yang benar, harga yang aktif, karena harga itu sendiri tidak dapat dicampurtangani baik oleh sekelompok pemilik maupun sekelompok pemakai modal. Tulisan ini ingin menambah pengertian pembaca tentang apa yang dapat secara wajar diharapkan dari adanya bursa semacam itu di Indonesia.
Modal usaha yang dibutuhkan pengusaha
1. Modal insidentil
Perusahaan yang sudah berjalan, sering membutuhkan modal usaha yang sifatnya hanya sementara saja, yaitu untuk menutup kebutuhan mendadak atau musiman atau insidentil. Kebutuhan itu dapat timbul karena keadaan di bidang bahan baku, atau di dalam proses kerja, atau di dalam masa penjualan hasil, tetapi juga dapat terjadi karena kelambatan pemasukan yang direncanakan, atau kewajiban membayar yang lebih dari rencana semula. Berapa besarnya jumlah yang dibutuhkan, untuk berapa lama ia diperlukan, umumnya berbeda-beda menurut cabang usahanya. Bagi pengusaha yang sudah menguasai perusahaan, kekurangan ini umumnya ditutup dari persediaan likwiditas sendiri, dan bilamana perlu, ia mempergunakan fasilitas kredit tambahan dari bank.