Di pedesaan Jawa, sejak awal 1990-an telah berkembang sejumlah kelompok perlawanan halus (the gentle resistance groups) yang berperan sebagai inti munculnya civil society. Maraknya gejala ini sebenarnya tidak hanya disebabkan oleh majunya perkembangan sosial-ekonomi di wilayah pedesaan, tetapi juga oleh adanya kemauan dan kemampuan masyarakat itu sendiri. Kemauan dan kemampuan tersebut mempunyai dasar dorongan yang kuat dari nilai-nilai budaya mereka sendiri.