Pancasila sebenarnya memuat gambaran suatu masyarakat utopis, nilai-nilai yang dicita-citakan masyarakat, dan tidak memberikan suatu sistem atau teori ekonomi. Sering dianggap, suatu sistem ekonomi dapat diciptakan dari Pancasila dengan jalan deduksi. Dalam perdebatan baru-baru ini tentang sistem ekonomi Pancasila, sangat kentara ditunjukkan aspek-aspek etis dari sistem ekonomi Pancasila. Menurut M. Sastrapratedja, ulasan mengenai aspek etis itu dengan mudah kerapkali menjadi petuah-petuah yang moralitis. Yang diperlukan sebenarnya ialah menemukan di mana sebenarnya letak dimensi etis itu?