Judul : Deklarasi Djuanda: Makna dan Implikasinya dalam Berteknologi dan Berindustri
Penulis : Arini Tathagti, Lilly S Wasitova, Cara Mariko, dan Saswinadi Sasmojo
Penerbit : Yayasan Ikatan Alumni Teknik Kimia (IATK)-Institut Teknologi Bandung (ITB), Cetakan ke-2, Desember 2020
Tebal : xxv + 271 halaman
ISBN : 978-602-50344-3-5

Pada pertengahan Juni 2022, saat kali pertama dikontak dan diminta oleh redaksi Jurnal Prisma mengulas isi buku yang ditulis oleh empat orang alumni Teknik Kimia, Institut Teknologi Bandung, tanpa berpikir panjang saya menyatakan sanggup karena ini memberi kesempatan kepada saya untuk membaca dan menangkap isi buku yang menarik dan penting ini. Satu semangat dengan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia periode 2001-2009 Hassan Wirajuda dalam bagian Pengantar, saya mengapresiasi dan menyambut baik kehadiran buku ini dalam ruang produksi atau reproduksi pengetahuan tentang narasi Deklarasi Djuanda, termasuk wacana yang berkembang terkait makna dan implikasinya di tengah minimnya referensi dan riset akademik tentang Deklarasi Djuanda.
Sejak pengakuan dunia internasional atas prinsip “archipelagic state” atau negara kepulauan yang merupakan esensi dari Deklarasi Djuanda melalui Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hukum Laut (United Nations Convention on the Law of the Seas/UNCLOS) tahun 1982, diskursus mengenai Deklarasi Djuanda sebagai orientasi dan rujukan dalam kebijakan pembangunan nasional cenderung terpinggirkan bahkan terlupakan. Salah satu dari sekian banyak tinjauan kritis yang muncul dalam konteks ruang dan waktu kekinian adalah, “Mengapa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan wilayah teritorial laut sangat luas tidak memiliki postur kekuatan militer angkatan laut dan penjaga pantai (coast guard) yang tangguh dan disegani?” Buku ini setidaknya menawarkan narasi dan pemahaman lebih atau bahkan kesadaran tentang evolusi Indonesia menuju negara maritim, termasuk diskursus tentang Indo-Pasifik yang mendominasi wacana publik belakangan ini.