Prisma

Digulis dan Perlawanan terhadap Kolonialisme

Pembuangan ke Boven Digoel, di tengah hutan rimba pulau Irian, pertama kali dialami oleh mereka yang dituduh terlibat dalam pemberontakan 1926 terhadap pemerintah kolonial, di Jawa dan Sumatera Barat. Selain itu, pimpinan pergerakan nasional seperti Hatta dan Sjahrir pernah juga mengalami pembuangan di sana. Di kamp pembuangan ini, musuh utama orang buangan adalah penyakit malaria yang tak pandang bulu memilih korban.

SEJAK bersentuhan dengan kolonialisme Belanda, sejarah kepulauan Indonesia penuh dengan peristiwa perlawanan terhadap kekuatan penjajah itu. Kisah-kisah terkenal seperti perjuangan Diponegoro atau Imam Bonjol, dan banyak lainnya, dengan jelas menunjukkan benang merah perjuangan melawan Belanda di berbagai tempat di Indonesia. Tetapi dalam sejarah Indonesia, tercatat bahwa awal pergerakan nasional moderen dimulai pada 1908 dengan berdirinya Boedi Oetomo.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan