Prisma

Dilema Pembangunan dan Kebebasan : Mahasiswa di Masa Klimakterik

I

Periode klimakterik* dipakai untuk menunjukkan siklus kehidupan wanita yang mengalami tahap baru dalam hidupnya, yaitu menopause. Dalam periode ini seorang wanita mengalami perubahan fisiologis. Berbarengan dengan perubahan fisiologis, masa menopause memberikan peluang untuk 2 jenis kemungkinan. Di satu pihak dia menumbuhkan kemungkinan tumbuhnya tekad baru yang positif dan di pihak lain tumbuhnya pandangan yang negatif mengenai dunia sekelilingnya. Semuanya tergantung dari kekuatan fisik dan kesiapan jiwa yang dipunyai seseorang ketika menghadapi periode baru tersebut.

Kelemahan suatu perbandingan adalah menyaratakan dua macam gejala sehingga kelihatannya menjadi terlalu sederhana. Namun kekuatan perbandingan justru terletak di dalam kesederhanaannya, sehingga pemahaman dan kemungkinan pemecahan masalahnya menjadi lebih jelas terpampang di depan kita.

Begitulah periode kini agaknya bisa dinamakan periode klimakterik: perguruan tinggi berada pada tahap yang baru dan sekaligus terasa berat karena persepsi civitas akademika mengenai universitas yang selama ini dipunyai harus ditinggalkan, karena kenyataan baru yang disorongkan kepadanya.

Kalau kita membicarakan mahasiswa maka perlu diingat bahwa pengertian mahasiswa didasarkan pada anggapan bahwa mahasiswa bukanlah suatu entitas, kesatuan yang kompak dalam arti fisik dan visi yang dianut. Jauh dari keinginan mencibir idealisme persatuan dan kesatuan, kita perlu memegang satu hal: kenyataan. Latarbelakang budaya, spesialisasi pendidikan, potensi kepemimpinan, pendidikan pra-universitas memberi pengaruh tebal dalam membentuk perbedaan-perbedaan pandangan, sikap, perbuatan dan filsafat hidup mahasiswa. Hal-hal nyata yang sulit dibantah ini memberikan kompleksitas masalah yang terjadi dalam interaksi-interaksi antar mahasiswa dan mahasiswa dengan masyarakat luas, serta masyarakat akademis lainnya. Berbagai interaksi ini selanjutnya punya arti penting dalam menumbuhkan kebudayaan akademis di perguruan tinggi serta arti yang mungkin penting bagi kebudayaan politik Indonesia di masa mendatang.

Segi penting dari dilema yang dihadapi unsur mahasiswa adalah lingkup perguruan tinggi yang merupakan sumber pikiran-pikiran perencanaan pembangunan dan juga jadi sumber pikiran demokratis. Selain dilema di lingkup universitas, mahasiswa juga menghadapi dilema serupa di masyarakat luar universitas, sebagai konsekwensi pengabdian masyarakat yang juga bersumber pada berbedanya harapan masyarakat dan kemampuan mahasiswa. Kedua segi dari dilema ini pun tak berhenti di segi-segi itu sendiri-sendiri, tapi kadang kala bertautan dan semuanya lebih menambah kompleksnya permasalahan yang dihadapi tinjauan ini.


* Dalam Concise Oxford Dictionary of current English, Oxford University Press, 1964, Climacteric adalah definisi bagi periode kritis dalam kehidupan. Masa Klimakterik digunakan oleh Clark Kerr dalam artikelnya “What We Might Learn from the Climacteric” dalam Daedalus, Winter 1975, hal 1.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan