* Artikel ini diterjemahkan dari “Baba Chinese, Tionghoa dan Melayu Non-Baba: Catatan tentang Etnis Interaksi di Malaka” yang dimuat dalam South- Jurnal Ilmu Sosial Asia Timur, vol. 7, 1-2 (1979).
Dalam suatu negara yang multi-etnis, norma-norma tertentu dibentuk dan ditaati agar interaksi dapat berlangsung dengan baik. Tetapi dalam membicarakan interaksi antar etnis, harus dibedakan interaksi pada tingkat perorangan (pribadi) dan interaksi pada tingkat kelompok, sebab bisa saja terdapat konflik di antara mereka seperti dimanifestasikan dalam kompetisi kekuasaan sumber-sumber ekonomi dan politik. Tetapi interaksi pada tingkat pribadi mungkin tidak menunjukkan konflik. Hal ini yang ditemui Tan Chee-Beng dalam analisanya tentang hubungan antar etnis Cina Baba dan Cina non-Baba dengan etnis Melayu di Malaysia. Dia menyarankan penciptaan lebih banyak situasi sosial yang melibatkan keikutsertaan bersama anggota-anggota dari berbagai kelompok etnis