Ekologi dan lingkungan hidup
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan hidupnya (atau sering pula dengan singkat disebut lingkungan). Istilah ekologi pertama-tama digunakan oleh seorang ahli ilmu hayat Ernst Haeckel dalam tahun 1860-an. Sebagaimana lazimnya dalam ilmu pengetahuan, istilah ini diambil dari bahasa Yunani, yaitu oikos, yang berarti rumah-tangga, dan logos, yang berarti ilmu. Jadi ekologi adalah ilmu tentang rumah-tangga makhluk hidup atau ilmu tentang makhluk hidup di rumahnya. Di tempat hidupnya itu makhluk itu tidak hidup sendiri, melainkan dikelilingi oleh makhluk hidup lain dan benda-benda mati. Makhluk hidup lain dan benda mati ini merupakan lingkungan hidupnya. Bagian lingkungan hidup yang terdiri atas makhluk hidup disebut lingkungan biotis, dan bagian yang terdiri atas benda mati disebut lingkungan abiotis. Makhluk hidup dengan aktivitasnya mempengaruhi lingkungan hidupnya. Misalnya cacing memakan daun yang jatuh di tanah. Daun dicernakan dan sisa pencernaan itu dibuang ke dalam lingkungannya sebagai kotoran tubuh. Di dalam tanah cacing membuat banyak terowongan. Kotoran tubuh bersama dengan terowongan itu membuat tanah menjadi gembur dan subur. Jadi aktivitas hidup cacing itu telah merubah sifat lingkungan hidupnya dari tanah yang keras dan tidak subur menjadi tanah yang gembur dan subur. Sebaliknya makhluk hidup dipengaruhi lingkungan hidupnya. Apabila tumbuhan di tempat cacing hidup dipotong, tanah akan langsung terkena sinar matahari, suhu tanah akan naik, kelembaban akan turun dan daun-daunan yang merupakan makanan cacing akan berkurang. Cacing itu akan menderita dan akhirnya akan mati. Jelaslah ada hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Makhluk hidup mempengaruhi lingkungannya dan sebaliknya makhluk hidup itu dipengaruhi oleh lingkungannya. Hubungan timbal-balik itu membentuk suatu sistem yang disebut ekosistem. Jadi ekosistem tidak lain adalah suatu sistem ekologi.
Manusia dan lingkungan hidup
Pada mulanya ekologi hanyalah mempelajari hewan dan tumbuhan, sehingga ia hanyalah merupakan suatu cabang ilmu hayat. Manusia adalah sejenis makhluk hidup, walaupun menurut ukuran kita mempunyai tingkatan yang tertinggi. Karena itu manusia juga berinteraksi dengan lingkungan hidupnya. Ia mempengaruhi lingkungan hidupnya dan sebaliknya ia dipengaruhi oleh lingkungan hidupnya. Dan tidak berbeda dengan makhluk hidup lain, manusia bersama dengan lingkungan hidupnya merupakan suatu sistem ekologi atau ekosistem. Lingkungan hidup manusia juga terdiri atas lingkungan biotis dan lingkungan abiotis. Lingkungan biotis terdiri atas tumbuhan, hewan dan manusia lain. Lingkungan abiotis antara lain ialah tanah, air, udara dan cahaya. Lingkungan hidup tidak hanya ditentukan oleh jenis dan jumlah benda hidup dan mati, melainkan juga oleh kondisi dan kelakuan benda hidup dan mati itu, serta hubungan antara benda-benda itu. Misalnya air merupakan salah satu komponen penting lingkungan hidup kita. Tidak hanya kwantitas air yang penting, melainkan suhu, derajat keasaman (pH) dan kejernihan air merupakan besaran penentu lingkungan hidup yang sangat penting pula. Kita mengetahui juga bahwa susunan penempatan kursi, meja dan almari sangat penting dalam menentukan lingkungan atau “suasana” dalam sebuah kamar. Dengan jumlah dan jenis kursi, meja dan almari yang sama kita dapat menciptakan lingkungan yang berbeda-beda menurut susunan penempatan benda-benda itu.
