Kegiatan Ekonomi di Luar Jangkauan Pasar dan Negara*
Kegiatan ekonomi masyarakat dalam suatu negara seringkali hanya diungkapkan sebatas hal itu bergerak dalam kegiatan pasar dan juga regulasi negara. Padahal di balik itu menurut Hans-Dieter Evers terdapat kegiatan ekonomi, yang kemudian dikenal dengan sebutan ekonomi bayangan, produksi subsisten dan sektor informal, yang tidak kalah pentingnya, dan bahkan seringkali dominan, dalam turut menentukan daya gerak dan dinamika ekonomi nasional secara keseluruhan.
TEMA yang sering dibicarakan dalam diskusi mengenai “Ekonomi dan Masyarakat” adalah, ditemukannya kembali “ekonomi bayangan.” Terdapat semacam keheranan ketika melihat ada kegiatan ekonomi yang sampai saat ini dianggap tidak penting untuk dimasukkan ke dalam seluruh perhitungan ekonomi nasional. Masalah yang sering dipertanyakan adalah, apakah dalam kegiatan tersebut terkandung kaidah seperti yang ada pada kegiatan ekonomi resmi. Ekonomi bayangan atau ekonomi bawah tanah (ekonomi bawah tanah) sering diartikan sebagai kegiatan apa saja mulai dari kegiatan di dalam rumahtangga, jual-beli yang tidak dilaporkan ke dinas pajak, wanita bekerja yang tidak dibayar, sampai dengan penggelapan pajak, pekerja gelap serta berbagai kegiatan perekonomian yang bertentangan dengan praktek ekonomi yang legal. Semua ini bisa dimasukkan dalam satu kategori.1
* Tulisan ini diterjemahkan dari artikel dalam bahasa Jerman dengan judul “Schattenwirtschaft, Subsistenzproduktion und Informeller Sektor: Wirtschaftliches Handeln jenseits von Markt und Staat”.
1 Setelah didiskusikan bertahun-tahun, sektor informal, ekonomi rumahtangga serta hasil-hasil dari penyelidikan kriminal ekonomi, pastilah pembaca akan kagum pada hasil penelitian yang dilakukan tahun 1977 oleh seorang pakar ekonomi Amerika Serikat, P.M. Gutmann. Dalam penelitiannya disebutkan bahwa sektor yang disebut sebagai “ekonomi bawah tanah” mampu menyumbang terhadap Produk Nasional Bruto sebesar 10%. Seorang ekonom Jerman, Schmoelders, tahun 1980, pernah membahas tema tersebut dan menggunakan istilah schattenwirtschaft (ekonomi bayangan).