Prisma

Ekonomi Indonesia Menuju Periode konsolidasi Repelita V: Sebuah Renungan

Kesadaran masyarakat luas tentang hal-hal rutin atau yang menonjol secara rasional; dan kesadaran golongan cendekiawan yang bersifat lebih kompleks serta konsepsional menampilkan dua jenis desakan politik yang berbeda dalam melihat perumusan kebijaksanaan ekonomi nasional. Indonesia di masa datang belum akan bisa terlepas sepenuhnya dari proses pengambilan keputusan nasional yang sifatnya politik murni.

KATA banyak pengamat tentang perubahan yang sekarang tampak di hampir segala bidang kehidupan, dan secara global: yang permanen sekarang adalah justeru perubahan. Bayangkan, bagaimana dari pernyataan ini terlihat cepatnya perubahan yang sedang terjadi; luasnya jangkauan perubahan itu; juga, kedalamannya; dan, pada akhirnya, kompleksitasnya. Makin lama tampaknya makin sulit bagi negara dan bangsa manapun; bagi golongan masyarakat yang manapun; atau bagi individu yang manapun, untuk mengusahakan pengisolasian diri dari gelombang pasang perubahan-perubahan jenis ini. Tapi, semua juga tahu, untuk terjun pasrah mengikuti perubahan-perubahan jenis ini bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng, atau yang bisa diterima dengan sikap fatalistis. Di antara pola bereaksi yang ekstrim ini, ternyata semua tindakan membutuhkan pemikiran dan perhitungan yang cermat; dan sesudah itu dilakukan toh risiko tidak bisa dijamin akan kecil dalam kenyataannya. Maklumlah, terlalu banyak faktor yang “tidak diketahui” di dalam perubahan jenis ini.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan