Bruce Glassburner dan Aditiawan Chandra. Teori dan Kebijaksanaan Ekonomi Makro. Jakarta: Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES). 1979. xiv + 191 + daftar istilah + indeks.
Buku dengan judul seperti tertera di atas merupakan penyajian kembali dari bahan-bahan kuliah Profesor Glassburner dan Aditiawan Chandra dalam teori ekonomi makro kepada peserta kursus di Program Perencanaan Nasional dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Peserta kursus tersebut adalah sarjana/pejabat dan sebagian besar memiliki bidang di luar ekonomi, seperti hukum dan teknik. Oleh karena itu penyajian teori ekonomi makro dalam kursus tadi harus dilihat dalam relevansinya dengan kebijaksanaan ekonomi, sehingga demikian akan lebih menarik bagi peserta tersebut yang merupakan pejabat.
Buku ini dibagi menjadi dua bagian; bagian yang membahas teori dan bagian yang membahas kebijaksanaan makro. Glassburner mulai dengan mengemukakan bahwa teori yang dikembangkan di dunia Barat dapat diterapkan di negara-negara sedang berkembang, asal saja realitas yang terdapat di negara-negara tersebut diketahui dengan baik. Pembahasan teori dilakukan dengan mempergunakan model makro yang sederhana dimulai dengan gambaran makro dalam suatu frugal economy, dilanjutkan dengan model di mana pemerintah ikut berperan dan diakhiri dengan suatu model makro bagi suatu perekonomian terbuka. Model-model ini diuraikan dengan mempergunakan grafik maupun angka-angka dalam bentuk perhitungan yang sederhana dan mudah dimengerti. Pendekatan dengan model ini memiliki keuntungan dapat menggambarkan keadaan kenyataan, sekalipun dalam bentuk sangat sederhana.
Pembahasan teori ini kemudian dikembangkan hingga meliputi teori-teori makro yang cukup rumit seperti keseimbangan pengeluaran dan penerimaan yang bersamaan dengan keseimbangan moneter atau yang lazim dikenal dengan kesamaan antara kurva I-S dan L-M. Di samping itu dibahas pula teori moneter yang didasarkan atas teori kuantitatif dan masalah inflasi yang juga merupakan masalah di negara kita. Pembahasan inflasi ini tampak cukup mendalam; dimulai dengan menerangkan masalah uang, sebab-sebab inflasi, bentuk-bentuk inflasi hingga masalah penciptaan uang dan pengawasan peredaran uang yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia. Seperti diketahui, inflasi merupakan gejala perubahan harga terus-menerus secara meningkat. Oleh karena itu Profesor Glassburner juga tidak lupa membahas masalah perubahan harga ini berdasarkan atas indeks harga; bahkan pembahasan mengenai hal ini cukup mendalam dan meliputi satu bab tersendiri.
Bab terakhir dari bagian ketiga ini membahas kebijaksanaan moneter dan membandingkan kebijaksanaan moneter yang dianut demi kestabilan ekonomi dan kebijaksanaan moneter dalam pembangunan. Pembahasan kebijaksanaan moneter bagi kestabilan ekonomi dilakukan dengan membandingkan kebijaksanaan yang dianut oleh pemerintah Orde Lama dengan Orde Baru. Dalam hubungan ini terutama ditonjolkan bagaimana pengaruh pengeluaran defisit dalam anggaran belanja negara terhadap laju inflasi. Tentang kebijaksanaan moneter untuk pembangunan Profesor Glassburner menekankan perlunya dijaga stabilitas ekonomi dan pengembangan lembaga-lembaga finansial sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan akan uang dengan lancar.