Prisma

Ekonomi Pancasila: Menggembalakan Pasar, Menyuntikkan Moral

Setelah puluhan tahun merdeka, Indonesia masih bergumul dengan berbagai macam permasalahan perekonomian. Sejak tahun 2012, Indonesia berada pada situasi pertumbuhan ekonomi yang cenderung menurun. Kondisi tersebut merupakan buah dari proses panjang kebijakan ekonomi-politik di Indonesia yang berimplikasi pada pembiayaan pembangunan ekonomi yang tak lagi mengandalkan pajak, tetapi utang luar negeri, pemusatan kekayaan pada segelintir orang, konglomerasi, deindustrialisasi, dan sebagainya. Jika berpedoman pada cita-cita para pendiri Republik ini, perekonomian nasional seharusnya terarah pada keselamatan rakyat (bonum commune), berprinsip keadilan sosial, dengan pemerintah yang aktif sebagai pengawas dan pengatur, koperasi sebagai pengejawantahan prinsip keadilan sosial dan keselamatan rakyat, dan pajak sebagai sumber utama pendapatan negara. Karena itu, dibutuhkan reorientasi kebijakan ekonomi yang menjadikan manusia Indonesia sebagai subjek pembangunan, pemegang kedaulatan sekaligus penikmat kemakmuran.

Kata Kunci: ketimpangan, pemerataan, pajak, pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan