Prisma

Bantuan Luar Negeri, Sebuah Tinjauan Umum

Ekonomi politik itu sendiri tidak mengajar bagaimana caranya membuat kaya suatu bangsa; tetapi siapapun yang mampu menilai sarana-sarana yang dapat membuat kaya suatu bangsa, pertama-tama haruslah seorang ahli ekonomi politik.

John Stuart Mill

Essays on Some Unsettled Questions of Political Economy (1844)

Pengantar

Semenjak berakhirnya Perang Dunia II, soal pembangunan muncul sebagai salah satu dari banyak masalah ekonomi, sosial dan politik baru yang timbul selama 30 tahun terakhir ini. Studi dan langkah-langkah di bidang-bidang tersebut yang sering meliputi satu sama lain, menggambarkan proses perubahan-perubahan dalam pemikiran-pemikiran yang sedang berlangsung selama ini. Pemikiran baru mengenai kolonialisme dilancarkan secara gigih oleh antara lain tokoh-tokoh seperti Ir. Soekarno, Pandit Jawaharlal Nehru dan Chou En Lai yang kini sudah almarhum. Kemudian mereka lahirkan “Deklarasi Bandung” tahun 1955, pernyataan mana mempercepat proses terhapusnya sistem kenegaraan “kolonialisme” dan timbullah sebagai akibatnya, negara-negara baru, kebanyakan diantaranya terdiri dari negara-negara kurang maju dan miskin. Untuk pembangunan negara-negara maju di Eropa yang mengalami kerusakan, lahirlah suatu usaha bantuan dari Amerika Serikat dalam bentuk “Marshall Plan”; sedangkan untuk membantu negara-negara yang kurang maju (sebagian besar negara-negara bekas jajahan) Amerika Serikat di zaman pemerintahan Presiden Truman menciptakan usaha “Point Four Program“.1 Kemudian bantuan untuk negara-negara berkembang itu diikuti oleh negara-negara dan badan-badan internasional lainnya yang memberi bantuan melalui hubungan unilateral dan multilateral.


1 Dalam pidato peresmiannya tanggal 20 Januari 1949, Presiden Truman mengatakan: “Keempat, kita harus mulai dengan suatu program yang berani untuk menyediakan manfaat kemajuan ilmu pengetahuan dan peningkatan industri kita untuk perbaikan dan pertumbuhan daerah-daerah kurang maju”. Namanya “Point Four“, karena program bantuan ini merupakan fasal keempat dalam naskah pidato Presiden Truman, lihat: US Dep. of State, Point Four, 1950.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan