Politik ataupun perang, memerlukan dana. Dalam konsep tradisional, si penguasa adalah penakluk yang berhak atas kekayaan dan dana pihak yang dikalahkan. Para raja memonopoli perdagangan, menguasai bea cukai, cacah, perkapalan dan memiliki money men. Money men seorang penguasa juga akan tergeser jika si penguasa itu jatuh atau wafat. Onghokham menulis, konflik-konflik besar dalam sejarah Indonesia antara lain disebabkan oleh sifat “dwi tunggal” ekonomi dan politik. Menurut dia sejarah Indonesia dalam abad XX, juga menunjukkan kecenderungan yang sama dengan yang dahulu itu. Ekonomi dan politik adalah dwi tunggal yang paling abadi.