Penyerahan Jepang kepada Sekutu jauh mendahului perkiraan para ahli strategi militer, baik Jepang maupun Sekutu. Sedangkan Inggeris, yang menurut persetujuan harus menduduki Indonesia ternyata belum siap. Jepang sendiri baru akan melangsungkan sidang parlemen, pertengahan September 1945. Saat itulah kedaulatan secara resmi akan diserahkan kepada Indonesia. Tulisan Ihsan Adiwiguna ini menyoroti faktor eksteren, terutama persaingan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat dalam kaitannya dengan Perang Pasifik. Tersiarnya berita Jepang akan menyerah lebih cepat dari dugaan, menyebabkan gerakan “bawah tanah” di berbagai tempat di Jakarta mengadakan rapat umum, untuk mendesak Soekarno, Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan RI, beberapa hari menjelang Proklamasi 17 Agustus 1945.