Pembagian pendapatan di Indonesia
Perkiraan yang telah dilakukan oleh Hendra Esmara dari Universitas Andalas mengenai pembagian pendapatan di Indonesia telah membenarkan dugaan ahli-ahli bahwa Indonesia, dibanding dengan negara-negara berkembang lainnya mau-pun negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, merupakan negara yang relatif masih “egalitarian” (merata) dengan pola pembagian pendapatan yang cukup merata. Hal ini jelas kelihatan dari perkiraan Hendra bahwa dalam tahun 1969, 40 persen dari penduduk Indonesia yang berpendapatan rendah menerima 19,5 persen dari pendapatan nasional,1 yang menempatkan Indonesia dalam kategori negara dengan kepincangan pembagian pendapatan yang rendah (low inequality) jika dipakai kriteria studi Bank Dunia dan Lembaga Studi Pembangunan dari Universitas Sussex.2 Menurut studi ini suatu negara mempunyai kepincangan pembagian pendapatan yang rendah jika 40 persen dari penduduk yang berpendapatan rendah menerima lebih dari 17 persen dari pendapatan nasional, sedangkan kepincangan pembagian pendapatan adalah tinggi jika kelompok penduduk ini menerima kurang dari 12 persen dari pendapatan nasional. Kepincangan pembagian pendapatan adalah sedang jika kelompok penduduk ini menerima di antara 12 dan 17 dari pendapatan nasional.
Juga jika kita memakai ukuran lain mengenai kepincangan pembagian pendapatan (relative inequality), misalnya angka banding Gini (Gini ratio), ternyata bahwa pembagian pendapatan di Indonesia dalam tahun 1969 relatif lebih merata daripada beberapa negara tetangga di Asia Tenggara. Misalnya, perkiraan Hendra Esmara menghasilkan Gini ratio setinggi 0,34, sedangkan perkiraan Mangahas untuk Filipina menghasilkan Gini ratio yang lebih tinggi, yaitu 0,49 untuk tahun 1971.3 Demikian pula pembagian pendapatan di Malaysia dan di Thailand lebih pincang daripada di Indonesia, dengan Gini ratio setinggi 0,51 untuk Malaysia4 dan 0,55 untuk Thailand.5
* Tulisan ini didasarkan atas tulisan yang semula disajikan pada Sidang Pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Prapat tanggal 28-31 Oktober 1976, dan kemudian diubah dan diperlukan oleh penulis
1 Hendra Esmara, Perkiraan Pembagian Pendapatan di Indonesia, 1925-1973/74, Proyek Perspektif Jangka Panjang Perekonomian Indonesia, Laporan untuk LEKNAS-LIPI 1975, hal. 109.
2 Hollis Chenery, et al., Redistribution with Growth, A Joint Study by the World Bank Development Research Center and the Institute of Development Studies, University of Sussex, Oxford University Press 1974, hal. 8-9.
3 Mahar Mangahas, “Income Inequality in the Philippines: A Decomposition Analysis,” Income Distribution, Employment, and Economic Development in Southeast and East Asia, Vol. I, Japan Economic Research Center & Council for Asian Manpower Studies, 1975, hal. 304.
4 L.L. Lim, “Income Distribution in West Malaysia, 1967-1968,” Income Distribution, Employment, and Economic Development in Southeast and East Asia, Vol. 1, hal. 169.
5 Mangahas, op. cit., hal. 304.
