Harsya W. Bachtiar (ed.).Percakapan dengan Sidney Hook. Jakarta: Konsorsium Ilmu-ilmu Sosial dan Budaya, Penerbit Djambatan, 1976, App., vii + 416 hal.
Buku ini sebenarnya merupakan laporan diskusi tentang berbagai pemikiran mengenai beberapa masalah filsafat. Suatu percakapan yang berlangsung empat hari (2 sampai dengan 5 November 1971) dari seorang pemikir terkemuka Amerika Serikat: Prof. Sidney Hook, Ketua Lembaga Filsafat, Universitas New York, dengan sekelompok pemikir masalah sosial dan budaya Indonesia. Diskusi diselenggarakan dalam bahasa Inggeris. Bersama teks aslinya diterbitkan pula terjemahan dalam bahasa Indonesia, sehingga menjadi buku yang agak tebal. Harsya W. Bachtiar, penyusun buku ini adalah Kordinator Konsorsium Ilmu-ilmu Sosial dan Budaya, suatu badan penasehat bagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk masalah-masalah yang berhubungan dengan perkembangan pendidikan perguruan tinggi di Indonesia. Diskusi itu membahas empat masalah filsafat, yakni etika, ideologi nasional, marxisme dan eksistensialisme. Pembicara utamanya ialah Sidney Hook sendiri, murid dan sahabat John Dewey, filsuf kesohor dari Amerika yang mau merekonstruksikan fungsi filsafat untuk memajukan masyarakat. Dalam barisan filsuf-filsuf dewasa ini, Hook terkenal sebagai “Bertrand Russel yang lain” karena kecenderungan pemikirannya yang seringkali meninjau dan menafsirkan kehidupan sosial, politik dan ekonomi dari perspektif filsafat. Perhatiannya yang besar pada persoalan kemasyarakatan tercermin dalam rentetan karya-karya tulisannya seperti: The Quest for Being (1934); Reason, Social Myths and Democracy (1940); The Hero in History (1934); Marx and the Marxist (1955); Determinism and Freedom in the Age of Modern Science (1958); World Communism (1962); The Paradoxes of Freedom (1962); Human Values and Economic Policy (1967); Religion in a Free Society (1967).