Usaha memikirkan masa depan jangka agak panjang bukan sesuatu yang asing bagi manusia. Pemikiran tersebut dapat berbentuk ramalan-ramalan seperti Nostradamus di abad pertengahan di Eropa dan Jayabaya di Indonesia. Atau dapat juga berbentuk khayalan mengenai suatu tata susunan kehidupan yang ideal, seperti Sir Thomas More di abad ke-16. Masyarakat yang digambarkan Thomas More itu diberi nama Utopia, istilah yang sampai sekarang masih kita pakai. Sering “utopia” yang kemudian digambarkan berbagai pemikir dimaksudkan bukan sebagai gambaran serius mengenai apa yang dicita-citakan, melainkan untuk menyindir-nyindir masa kini yang pada waktu itu berlangsung. Namun pemikiran secara ilmiah mengenai hari depan jangka panjang, sebenarnya baru mulai dalam tahun tiga puluhan abad ini, terutama karena pada tahun-tahun inilah kepercayaan orang pada kemampuan teknologi untuk merealisasikan aspirasi-aspirasi manusia, mulai mencapai puncaknya.
Salah satu usaha untuk mengadakan ramalan-ramalan tentang arah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan C.C. Furnas1. Dia mencoba mengextrapolasikan berbagai tendensi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dan menghubungkannya satu sama lain dalam apa yang dinamakan sebagai kaitan ke depan (forward linkage). Dengan jalan itu ia dapat melakukan antisipasi mengenai berbagai penemuan baru yang penting. Ternyata metode ini sangat efektif, sehingga mendorong berbagai usaha lain ke arah itu. Dalam hubungan ini, khayalan-khayalan ilmiah (fiksi ilmiah) sangat penting untuk mencairkan otak dan merangsang imajinasi kita dalam memikirkan hari depan jangka panjang. Tidak jarang seorang ilmuawan ternama, seperti Arthur Clarke, juga terkenal sebagai pengarang fiksi ilmiah. Ia tenar sebagai pengarang cerita yang melandasi film: The Year 2001.
Namun kalau kita menoleh ke belakang, ternyata bahwa metode ramalan (forecasting) teknologi ini bukan tanpa kelemahan – dia bisa menjurus ke “gadgetry” semata-mata, biarpun ada kalanya membawa hasil yang menakjubkan. Misalnya, proyeksi-proyeksi itu tidak mampu mengantisipasikan beberapa penemuan penting seperti peningkatan beberapa kali lipat kecepatan-kecepatan kapal terbang yang ternyata telah membawa perubahan-perubahan sosial dan ekonomi yang besar. Juga tidak diramalkan penemuan buis katode dan transistor, yang telah merubah kehidupan kita.
Bagaimanapun juga, dalam waktu yang agak singkat ternyata bahwa extrapolasi teknologi semacam ini ada keterbatasannya yang sangat riil. Juga disadari bahwa ramalan teknologi dan ilmiah itu harus mencakup implikasi-implikasi sosial dari penemuan-penemuan di bidang teknologis, agar dapat diperhitungkan reaksi masyarakat dan pengaruhnya atas perkembangan teknologi berikutnya.
* Tulisan ini dikembangkan berdasarkan catatan-catatan kuliah yang diberikan dalam rangka “Non-Degree Course” Universitas Indonesia, tanggal 18 Desember 1974.
1 C.C. Furnas, Seratus Tahun Berikutnya, (Baltimore: 1936).