Sesuai dengan kebudayaan Jawa, aliran kebatinan pada umumnya patuh kepada pemerintah. Apabila dalam masa pertumbuhannya terdapat aliran yang bersikap ekstrim dan berlebihan, menurut Simuh, adalah wajar. Apalagi, dalam masa demokrasi dulu, PKI sempat menunggangi mereka. Ini bisa terjadi karena kelemahan yang dimiliki aliran kebatinan, yaitu tidak berkitab suci dan tidak memiliki kesatuan konsep. Kini dalam perkembangannya, selain mendapat bimbingan dan wadah di bawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan juga mendapat tempat yang jelas di dalam GBHN.