Pengantar
Dewasa ini semakin banyak perhatian dan fikiran dicurahkan pada apa yang disebut sebagai “tata ekonomi internasional baru”. Sebutan ini sebenarnya merupakan terjemahan dari apa yang di dalam bahasa anglo-saksis disebut sebagai new economic order. Bila demikian terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia seharusnya menjadi “tata baru ekonomi internasional”. Dipandang dari sudut ini kiranya menjadi jelas bahwa di sini yang dianggap “baru” adalah “tatanannya”, sedangkan “ekonomi internasional”nya tetap seperti sediakala. Memang demikian pulalah tanggapan (persepsi) negara-negara maju sebagaimana terbukti dari masalah-masalah yang mereka lontarkan di bawah judul new international economic order tersebut.
Sebutan yang kini menjadi semakin populer di kalangan masyarakat kita mengenai hal ini adalah “tata ekonomi internasional baru”. Bila sebutan ini yang diterima, seharusnya disadari bahwa yang dianggap “baru” di sini adalah “ekonomi internasional” dan bukannya “tatanannya”. Tatanan ini mungkin saja “berbeda” dari tatanan ekonomi internasional yang “lama”. Tetapi ia berbeda karena ekonomi internasional itu sendiri sudah berubah dan karenanya “berbeda” dari yang semula; maka itu yang sekarang ini disebut “baru”, sekedar untuk membedakan dengan yang “lama”. Namun begitu, ketika kita membaca ataupun mendengar uraian mengenai hal ini di negeri kita, penulis mendapat kesan bahwa yang dimasalahkan sebagai “baru” adalah “tatanan”nya dan bukannya “ekonomi internasional”nya persis sama seperti tanggapan negara-negara industri maju, seperti yang secara setia tercermin di dalam istilah yang mereka pakai, yaitu “new international economic order“.
Memahami dengan jelas mengenai apa yang “baru” itu, apakah “tatanan” ataukah “ekonomi internasional”, adalah penting tidak hanya demi penjernihan istilah, tetapi lebih lebih dipandang dari sudut usaha mencari kebijakan dan jalan ke arah perbaikan ataupun perombakan terhadap yang “baru” tadi. Sejauh perkembangan yang “baru” tersebut dianggap tidak ataupun kurang melayani kepentingan nasional kita. Berhubung dengan itu analisa berikut ini penulis bagi dalam dua bagian pokok. Yang pertama membahas hakekat pertumbuhan ekonomi dunia sebagaimana adanya usaha-usaha yang sebaiknya dilakukan demi menarik manfaat yang sebanding dari pertumbuhan ekonomi dunia tersebut.