Tahun 2025 menjadi tahun duka yang mendalam bagi Prisma. Pada 19 Mei, Pemimpin Redaksi Jurnal Pemikiran Sosial Ekonomi Prisma, Harry Wibowo, menutup perjalanan hidupnya. Dia pergi meninggalkan banyak gagasan segar yang senantiasa ingin dia tawarkan, warisan pemikiran yang akan terus bergaung di ruang komunitas intelektual. Dalam pergulatan panjang melawan sakit, dia tak pernah kehilangan cahaya keteguhan. Langkahnya seakan berbisik bahwa hidup adalah panggung untuk terus menabur karya, hingga detik terakhir. Harwib—panggilan akrab almarhum Harry Wibowo—bergabung kali pertama dengan Prisma pada tahun 1991 sebagai Staf Redaksi. Pada 1994 meninggalkan redaksi Prisma dan aktif dalam berbagai kegiatan advokasi serta isu hak asasi manusia. Pada 2013, bergabung kembali dengan Prisma sebagai Redaktur Pelaksana www.prismajurnal.com, dan dua tahun kemudian, November 2015, Harwib ditunjuk sebagai Redaktur Pelaksana Prisma, mendampingi Pemimpin Redaksi saat itu, Daniel Dhakidae. Harwib mengembangkan gagasan editorial secara lebih sistematis dan strategis, sekaligus mendorong transformasi kelembagaan jurnal, termasuk inisiatif digitalisasi dan pengenalan sejumlah format baru penerbitan. Sepeninggal Daniel Dhakidae pada 6 April 2021, Harwib diangkat sebagai Pemimpin Redaksi Prisma, memimpin penerbitan edisi cetak sekaligus pengembangan konten digital. Dia dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi gagasan kritis dalam setiap konten jurnal serta berupaya mengintegrasikan diskusi intelektual dengan isu-isu sosial kontemporer. Hingga akhir hayatnya, Harwib tetap memimpin tim redaksi Prisma dengan dedikasi penuh. Orang boleh berpulang, namun pemikiran dan gagasannya senantiasa abadi. Untuk mengenang sosok Harwib, Prisma menghadirkan tulisan memoar pada edisi kali ini dan edisi berikutnya. Ditulis oleh para sahabat, rangkaian tulisan tersebut merupakan sebagian kecil dari banyak kesaksian mengenai pribadi Harwib yang sangat berarti. Prisma mempersembahkan kenangan ini kepada pembaca sebagai bentuk penghormatan, agar jejak perjuangan dan kegigihan Harwib tetap hidup dalam ingatan. Dia bukan hanya seorang pemimpin redaksi, melainkan juga seorang pejuang ide yang tak pernah lelah menyalakan semangat dialog dan refleksi atas isu-isu kemanusiaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan.

Harry Wibowo bin Hargono Singgih, 27 Maret 1961 — 19 Mei 2025

Dewan Redaksi dan Redaktur Jurnal Prisma. Januari 2019 Kiri-Kanan: Harry Wibowo, Arya Wisesa, Sumit Mandal, Daniel Dhakidae, Vedi R Hadiz, Ismid Hadad, Azyumardi Asra, Taufik Abdullah, Fachru Nofrian B, Nezar Patria.