Pendahuluan
Setiap usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat – baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah – seyogyanya didasarkan atas keinginan masyarakat sesuai dengan kebutuhan mereka, tanpa melupakan kemampuan pemerintah dalam penyediaan biayanya. Kita sering dihadapkan kepada kenyataan bahwa “kebutuhan” sering melebihi “kemampuan” untuk mencapainya, mengingat terbatasnya dana serta hal-hal lainnya yang sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.
Suatu survey yang dilakukan oleh para mahasiswa tingkat III Akademi Ilmu Statistik dengan mendapat bantuan dari Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Raya (DKI Jaya) bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang keadaan masyarakat serta tanggapan mereka terhadap Proyek Husni Thamrin, khususnya dari kampung-kampung yang terkena Proyek tersebut untuk tahun 1972–1973.
Proyek Husni Thamrin ialah suatu proyek perbaikan kampung untuk meningkatkan keadaan lingkungan yang sehat yang sasaran pelaksanaannya diarahkan pada usaha perbaikan prasarana fisik, fasilitas kesejahteraan sosial dan sanitasi disertai penyuluhan-penyuluhan efektif dengan penanaman modal/biaya yang terbatas oleh Pemerintah dengan harapan dapat dikembangkan lebih lanjut oleh potensi masyarakat sendiri dalam bentuk swadaya.