
Ibnu Khaldun — Riwayat dan Karyanya Oleh: Dr. ‘Ali ‘Abdu ‘lwahid Wafi. Penerjemah: Akhmadi Thoha. Penerbit: P.T. Grafitipers, cet. I, 1985 (202 hal., termasuk indeks).
Tidak ada filsuf dan sarjana Muslim yang setenar Abdu’rrahman Abu Zaid ibn Khaldun (732-808/1332-1406 M.) bahkan sampai ke kalangan luas yang bukan Muslim sekali pun. Ketenaran itu muncul dari tetap hangat dan mengenanya hingga kini teori-teorinya dari enam abad yang lampau di dua bidang ilmu sosial-budaya: historiografi dan sosiologi. Bahwa penulis buku teks universiter tentang sosiologi yang banyak terpakai di Indonesia keliru memberi kehormatan penemuan sosiologi kepada orang lain, yakni Auguste Comte (1789-1857), padahal ia ini hanya penemu istilah (bukan materi, lapangan dan metodologi) sosiologi, bukanlah hal yang menggembirakan memang. Itu hanya menunjukkan kekurangan bacaan yang gawat! Karena majalah Indonesia terbitan Universitas Cornell A.S., beberapa tahun yang lalu, memuat tulisan Dr. Oey Hong Lee tentang Ibn Khaldun, sekalipun majalah itu bukan majalah tentang Islam dan Oey Hong Lee seorang Buddhis, bukan Muslim. Sepatutnya majalah itu dibaca oleh setiap sarjana ilmu sosial Indonesia sebagai bacaan penting.