Prisma

Ilmu dan Teknologi Pembangunan dan Lingkungan: Problema Keseimbangan Menuju Kwalitas Hidup*

Sinopsis Permasalahan

Ada seorang cendekiawan yang mengatakan bahwa ilmu (science) telah membuat kita ini menjadi Dewa sebelum kita layak untuk menjadi Manusia! Memang tak dapat disangkal bahwa dalam dasawarsa-dasawarsa terakhir ini ilmu dan teknologi telah mengalami perkembangan spektakuler yang tiada taranya dalam sejarah. Namun kemenangan gemilang itu telah diliputi awan kesulitan yang kian mencekam perikehidupan insani di bumi kita ini.

Bila di satu fihak sekelompok ilmuawan mempelajari cara-cara untuk memberikan udara bagi pernafasan pengunjung-pengunjung pertama di permukaan bulan, di lain fihak sekelompok cendekiawan lainnya mempelajari mengapa kita harus mencermankan udara yang begitu penting bagi pernafasan di permukaan bumi kita ini. Bila pada satu fihak ada penelitian yang mengarah kepada penggunaan ledakan-ledakan nuklir untuk memperoleh air murni dari bulan, maka pada lain fihak di beberapa kota di bumi kita ini air keran dari saluran air kota sudah tidak dapat diminum lagi, sehingga orang harus membeli air minum dalam botol! Berbeda dengan masa pra-industri maka dalam revolusi industri lingkungan kita memang tidak lagi menyimpan persediaan udara dan air murni yang tidak terbatas.1$^1$

Dalam memanfaatkan ilmu dan teknologi terhadap lingkungan maka untuk menjaga keseimbangan antara teknologi-pembangunan-lingkungan, kita tidak boleh dihinggapi myopia atau penyakit rabun dekat dan mengikuti naluri untuk hanya memikirkan hasil-hasil jangka pendek. Keuntungan-semu jangka pendek tidak mustahil dapat membumerang menjadi kerugian jangka panjang! Dalam hubungan inilah maka terdapat gejala sehat di negara-negara lain dengan terciptanya apa yang disebut “future-oriented think tanks” seperti misalnya: Commission of the year 2000, Europe 2000, Mankind 2000, Harvard Programs on Technology and Society, the World Future Society, dan sebagainya.


* Tulisan ini disusun sebagai prasaran pada Lokakarya Perencanaan Program Social Studies di ITB (26 Mei – 2 Juni 1973).

1 Tb. Bachtiar Rifai, Manusia, Ilmu dan Kelangsungan Hidup: Suatu Renungan untuk Kurikulum Geografi. Direktorat Jenderal Pendidikan, Departemen P dan K, Juni 1972.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan