
C.A. Van Peursen, Susunan Ilmu Pengetahuan, Sebuah Pengantar Filsafat Ilmu, diterjemahkan oleh J. Drost, (Jakarta; PT. Gramedia, 1985), vi + 121 halaman.
Seorang lelaki perkasa terduduk dan tampaknya sedang berpikir. Itulah patung kreatif Auguste Rodin, yang ingin menggambarkan hakekat manusia sebagai makhluk berpikir (Homo sapiens). Dalam visualisasi semacam itu pulalah filsafat sering dipandang. “Orang filsafat” dipersepsikan bukan saja sebagai pemikir dalam figurnya yang tegar, melainkan sering dianggap orang yang lebih sering termenung. Merenung (refleksi) dan termenung, makin sering disatukan dalam pengucapan orang. Kesialan besar kemudian terjadi, ketika filsafat diartikulasikan sebagai latihan termenung-menung.
Patung Auguste Rodin yang menggambarkan perenungan keras itu, tak memadai lagi untuk dimanfaatkan selaku simbol filsafat dewasa ini. Dalam berbagai kesempatan van Peursen menyatakan bahwa filsafat kini harus senantiasa tampil di tengah situasi masyarakat yang cepat berubah. Jadi tidak “lari” dari fakta hidup seraya memandang sengit dari lokasi yang jauh, seperti terkesan pada peran filsafat di masa silam.