Prisma

Indonesia di Mata MNC, dan MNC di Mata Indonesia

Setelah menumpas pemberontakan di tanah airnya sendiri, Iskandar Zulkarnain yang muda usia mulai meluaskan wilayahnya—dan sangat boleh jadi wilayah terbesar sepanjang masa. Satu persatu kerajaan besar bertelut di bawah kekuasaannya. Dari sungai Granicus, sungai Isus, Mesir, Persia dia bergerak ke timur dan hendak diterobosnya India. Konon, para pembuat peta kehabisan wilayah untuk peta medan perang. Dan Iskandar Agung, panglima perang terbesar mengucurkan air matanya di tepi sebuah sungai karena tidak ada lagi wilayah yang bisa ditaklukkan. Jejak Iskandar Agung dituruti Napoleon, Hitler, dan tidak ada satupun yang menguasai wilayahnya lebih dari satu generasi.

Tetapi, kalau perang gagal menaklukkan jagad, bisnis berhasil menundukkan setiap keping wilayah dunia dan diumumkan bahwa dunia ini telah dibuatnya menjadi sempit dan jadi satu di bawah imperium sang Korporasi Raksasa, Multinational Corporation.

Gejala MNC adalah gejala sejagad dan karena itu suatu penelusuran yang menjangkau masalah-masalah sosial, kebudayaan, politik dan tentunya ekonomi agaknya dibutuhkan agar uraian-uraian berikut dapat memenuhi kehendak yang dimaksudkan oleh judul. Dengan sengaja judul dibuat demikian sehingga secara lebih tajam persoalan-persoalan MNC dengan Indonesia diharapkan dapat ditampilkan.

Dari berbagai buku dan kertas karya yang telah dihasilkan mengenai MNC, ternyata tidak mudah diperoleh kejelasan-kejelasan yang memungkinkan kita mendapat perspektif yang tepat dari segala masalah yang telah dan akan ditimbulkan MNC dilihat dari segi Indonesia. Padahal di sini kehadiran MNC sudah merupakan kenyataan. Dan tampaknya dengan aman dapat kita katakan bahwa MNC masih akan hadir untuk jangka waktu sekurang-kurangnya satu dua dekade lagi.1


1 MNC sebagai singkatan Multi National Corporation berarti perusahaan yang beroperasi di berbagai negara dan memiliki fasilitas produksi dan jasa di luar negara asalnya. Definisi diambil dari The Penguin Dictionary of Economics, terbitan 1975, hal. 291. MNC ini menetapkan keputusan-keputusan yang prinsipil dalam konteks global dan karena itu sering diputuskan di luar negara-negara di mana MNC beroperasi. Bisa disebutkan 2 buah buku yang digunakan pengarang yang cukup bernilai yaitu Richard J. Barnet & Ronald E. Müller, Global Reach, The Power of the Multi National Corporation, 1974, Penerbit Simon & Schuster, 508 halaman serta oleh E.J. Kolde, The Multi National Company, 1974, Lexington Books, 266 halaman. Selain itu pantas pula dibaca karya Raymond Vernon: Sovereignty at Bay: The Multinational Spread of US Enterprises, (New York: Basic Books Inc., 1971). Penulis-penulis Indonesia antara lain Jusuf Panglaykim. “Persoalan Masa Kini: Perusahaan-perusahaan Multinasional”, 1974, Terbitan CSIS, 226 halaman. Artikel-artikel yang ke luar mengenai MNC oleh pengarang Indonesia adalah: H.S. Kartajoemena, MNC-Sistem Hubungan Internasional, Prisma, Februari 1973, sebelumnya Drs. Dorodjatun Kuntjoro Jakti MA,: “Multinational Corporation & Proses Industrialisasi kita”, Prisma, Agustus 1972.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan