Prisma

Industri Farmasi dan Pemerataan Obat

Inefisiensi dalam industri farmasi telah menghambat pertumbuhannya dan menjauhkan obat dari jangkauan daya beli masyarakat. Oleh karena itu peningkatan efisiensi merupakan salah satu faktor yang penting agar obat terjangkau oleh masyarakat banyak sekaligus mendorong pertumbuhan industri farmasi. Selain itu, masalah obat merupakan masalah yang kompleks sehingga perumusan kebijaksanaan yang tepat untuk pemecahan masalah di atas merupakan tantangan besar.

KEDUDUKAN obat sangat vital dalam pembangunan kesehatan. Bukan saja karena biaya obat mengambil porsi yang besar dalam upaya kesehatan, akan tetapi memang keberhasilan pencegahan dan pengobatan penyakit seringkali sangat ditentukan oleh ketersediaan dan penggunaan obat. Namun, demikian penggunaan dan konsumsi obat untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia, masih jauh dari mencukupi. Hal ini antara lain tampak dari rendahnya konsumsi obat per kapita dibandingkan dengan negara-negara lain, terutama negara-negara ASEAN.

Ketidakcukupan ini berpangkal pada dua masalah. Di satu fihak adanya harga obat yang tidak rasional dan di lain fihak daya beli masyarakat yang tidak mampu menjangkau harga obat tersebut. Akibatnya, karena volume produksi didasarkan pada volume permintaan, penggunaan kapasitas industri farmasi sangat rendah dan mengarah pada inefisiensi.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan