Prisma

Industri Minyak Bumi di Indonesia*

Industri minyak bumi terutama di negara-negara yang sedang berkembang memiliki ciri-ciri khusus dalam pola ekonomi negara-negara tersebut. Di negara-negara penghasil minyak bumi yang sedang berkembang, minyak bumi merupakan komoditi sangat penting dalam kehidupan ekonomi negara tersebut. Negara-negara yang memiliki sumber minyak bumi yang besar, minyak bumi merupakan kehidupan bagi ekonominya. Industri minyak bumi merupakan komponen besar bagi pendapatan nasional dan sumber utama devisa yang diperlukan untuk pembangunan.

Minyak bumi merupakan komoditi penting dalam perdagangan internasional. Dengan sendirinya, minyak bumi merupakan komoditi yang memiliki keterikatan erat dengan politik luar negeri dan juga kegiatan politik dalam negeri negara-negara pengekspor minyak. Timur Tengah merupakan contoh utama bagaimana peranan minyak bumi mempengaruhi politik dalam dan luar negeri negara penghasil minyak.

Kedudukan minyak bumi lebih menonjol lagi apabila di tinjau dari sudut ekonomi tenaga (energy economics). Minyak bumi terus mendesak sumber tenaga lain seperti batu-bara dalam perekonomian negara di dunia. Penggunaan minyak bumi sebagai sumber tenaga di Inggris pada tahun 1971 merupakan 45,6% dari keseluruhan keperluan tenaga di negara tersebut. Pada tahun yang sama batu-bara digeser ketempat kedua dan merupakan 42,9% dari sumber tenaga. Tahun 1970, perbandingan penggunaan minyak bumi dan batu-bara adalah 44,4% dan 47,1%. Inggris yang merupakan negara industri maju memerlukan tenaga yang cukup besar. Konsumsi tenaga di negara itu pada tahun 1970 mencapai 328 juta ton ekivalen batu-bara, sedang tahun 1971 sebesar 323 juta ton ekivalen batu-bara, suatu penurunan sebesar 1,5% dan yang pertama kali sejak tahun 1967. Pengeluaran biaya tenaga tahun 1971 sebesar £ 5575 juta atau kira-kira £ 100 per kapita.1¹

Bandingkan dengan pendapatan nasional Indonesia yang baru mencapai kira-kira £ 40 per kapita.


* Artikel ini merupakan lanjutan dari tulisan dengan judul sama dalam PRISMA no. 5, Agustus 1972, hal. 78 — 83).

1 Intisari Statistik Energi Inggris.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan