Judul: Indonesian Muslim Intelligentsia and Power
Penulis: Yudi Latif
Penerbit: Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS) Publishing, Singapore, 2008
Tebal: xxv + 544 halaman; ISBN: 978-981-230-472-8 (hard cover)

Bauman benar. Intelektual dengan segala varian definisinya selalu menjadi bahan perdebatan hangat di kalangan pengkajinya yang tak lain “diri (mereka) sendiri”. Kontroversi di seputar definisi, peran, dan fungsi intelektual di wilayah sosial ma- syarakat maupun bangsa merupakan tema sangat menarik untuk dikaji serta direfleksikan bersama.
Dalam pengertian umum, “intelektual” kerap diidentikkan dengan kelompok atau kaum cerdik-pintar. Namun, muncul pertanyaan apa bedanya (intelektual) dengan cendekiawan dan inteligensia? Tak ayal, penggunaan dan penerapan ketiga istilah yang sering tampak tumpang-tindih dan kadang kala dipertukarkan, baik lewat bahasa tulis maupun lisan, itu membingungkan banyak orang. Siapa dan apa sebenarnya yang dimaksud dengan intelektual, cendekiawan, dan inteligensia?