Prisma

Internasionalisasi Pancasila

Politik luar negeri bebas aktif yang membuat Indonesia tidak berpihak negara-negara besar menunjukkan identitas dan falsafah Pancasila. Nilai-nilai ini diperkenalkan Soekarno pada setiap kesempatan di depan forum Perserikatan Bangsa Bangsa. Namun, saat ini telah terjadi pergeseran karakter politik internasional disertai dengan munculnya isu global baru, seperti perubahan iklim, good governance, hak-hak asasi manusia, dan demokrasi. Konflik bersenjata mengalami perubahan pola menjadi intra-states conflicts. Meningkatnya intensitas konflik di pentas global dan tidak tanggapnya PBB terhadap perkembangan konflik mengesankan PBB tidak berdaya menghadapi kejadian yang membahayakan perdamaian dan keamanan internasional. Tulisan ini berupaya menjawab bagaimana Indonesia bisa berperan dalam situasi ekonomi-politik internasional yang berubah dewasa ini.

Kata Kunci: diplomasi, internasionalisasi Pancasila, Konferensi Asia Afrika, politik bebas aktif, Soekarno

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan