Dalam Perang Iran-Israel 13-24 Juni 2025, terjadi kontes teknologi militer, dalam hal ini kekuatan udara ofensif Israel yang superior kontra kekuatan misil/rudal Iran yang juga superior. Keduanya bisa memanfaatkan keunggulan masing-masing untuk mengimbangi lawan. Terlepas dari permasalahan nuklir yang jadi pangkal perang, Indonesia niscaya harus menyimak perang itu. Jika sejauh ini Republik Indonesia hanya berfokus pada alutsista impor, yang jumlahnya terbatas, tanpa disertai pengembangan rekayasa teknologi alutsista dalam negeri, seperti halnya peroketan, dan strategi baru, Indonesia berpotensi akan menghadapi kesulitan di tengah lingkungan keamanan kawasan jika pecah konflik yang melibatkan dirinya
Kata Kunci: alutsista, asimetri teknologi, Iran, Israel, perang dua belas hari, rudal vs jet tempur