H.O.S. Tjokroaminoto yang menulis buku Islam dan Sosialisme, 1934, gagal mengajak golongan terpelajar Muslim untuk menggali ajaran sosial Islam dalam kerangka sosialisme. M. Dawam Rahardjo menulis, penganjur Islam, seperti H.O.S. Tjokroaminoto dan H. Agoes Salim, berjuang untuk mengayuh biduk di antara dua karang: krisis kapitalisme dan sosialisme. Dia menyimpulkan, tugas cendekiawan Muslim ialah mengungkapkan realitas kapitalisme dan sosialisme historis, mengembangkan kesadaran masyarakat akan realitas itu, dan membawa mereka pada proses pembebasan manusia dari perbudakan benda.
