Fokus tulisan ini adalah praktik sosial jurnalis perempuan di Provinsi Lampung, terutama pola relasi yang terbentuk ketika jurnalis perempuan melakukan aktivisme media. Sebagai bagian dari praktik sosial, aktivisme media juga berada dan dikonstruksi dalam ruang ketegangan antara hegemoni dan resistansi. Pola-pola yang selama ini terbangun, secara umum menggambarkan bahwa dengan kian melemahnya hegemoni patriarki dan menguatnya resistansi sebagai bentuk aktivisme media, praksis sosial jurnalis perempuan semakin mengarah pada demokratisasi media dalam konteks relasi gender.
Kata kunci: aktivisme media, hegemoni, resistansi, jurnalis perempuan