Prisma

Kampung-kampung Miskin & Tempat Pengelompokan Penghuni Liar Di kota-kota Asia Tenggara*

I. PENDAHULUAN

Ikhtisar masalah

Pertambahan penduduk yang pesat selama puluhan tahun terakhir ini, arus deras manusia yang mengalir ke kota-kota, tidak mampunya kebanyakan negara sedang berkembang untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan kota dengan penyediaan tanah dan rumah yang diperlukan guna menampung kaum pendatang baru di kota-kota tersebut — semua itu telah menimbulkan salah satu masalah yang paling memusingkan bangsa-bangsa yang sedang membangun dewasa ini, Yaitu: semakin merajalelanya kampung-kampung miskin dan daerah penghuni gubuk-gubuk liar. Kelompokan gubuk liar yang didirikan secara tambal-sulam dimanapun ada tanah kosong dan perumahan melarat yang penuh-sesak di “kampung-kampung Cina” telah menjadi suatu gejala yang lumrah di lima ibukota Asia Tenggara — Bangkok, Jakarta, Manila, Kuala Lumpur dan Singapura.


* Artikel ini diambil dari kertas karya John L. Taylor berjudul “The Slums and Squatter Settlements of South East Asian Cities”, suatu naskah pengantar uraian dengan pertunjukan gambar slide yang disiapkan untuk Seminar tentang “Community Organization in Southeast Asian Cities: Building the Wider Dialogue”, disponsori oleh Quaker International Seminars in Southeast Asia, September 1972. Diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh sdr. R. Sedhono, atas permintaan PRISMA.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan