Judul: Soeharto dan Bangkitnya Kapitalisme Indonesia
Judul asli: Indonesia: The Rise of Capital (1986)
Penulis: Richard Robison; Penerjemah: Harsutejo
Penerbit: Komunitas Bambu, Jakarta, 2012
Tebal: xxx + 346 halaman
ISBN: 978-602-9402-09-4

Perekonomian global kini tengah berjalan gontai. Setelah menerjang pusat perekonomian dunia (Amerika Serikat) pada 2007, krisis kapitalisme kini menjalar ke seluruh penjuru Eropa. Karl Marx memang bukan sedang meramal saat menegaskan bahwa kapitalisme mengandung kontradiksi di dalam dirinya. Namun, ketika dunia perekonomian global tengah dirundung “derita”, pemerintah Indonesia justru menyiarkan kabar gembira. Dengan mengutip laporan ekonomi makro, para birokrat di negeri ini dengan bangga menyiarkan melalui pelbagai media bahwa meski perekonomian dunia mengalami krisis, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester pertama tahun 2012 lebih baik dibandingkan dengan semester pertama tahun 2011 yang tumbuh sebesar 6,3 persen.[i]
Namun, menurut peneliti dan pengamat ekonomi di Institute for Global Justice, Salamuddin Daeng, pertumbuhan ekonomi Indonesia tergolong anomali karena tidak diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat.[ii] Ada empat faktor yang menyebabkan anomali tersebut. Pertama, ekonomi Indonesia digerakkan oleh akumulasi utang luar negeri yang terus meningkat hingga mencapai Rp 2.870 triliun. Utang merupakan sumber pendapatan utama pemerintah dan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi. Kedua, pertumbuhan ekonomi didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat akibat naiknya harga sandang dan pangan, serta ditopang oleh pertumbuhan kredit konsumsi. Ketiga, pertumbuhan ekonomi didorong oleh ekspor bahan mentah seperti bahan tambang, migas, hasil perkebunan dan hutan, yang tidak banyak menciptakan nilai tambah dan lapangan pekerjaan. Keempat, pertumbuhan ekonomi didorong oleh investasi asing yang membuat sumber daya alam semakin dikuasai pihak asing.
[i] Berita Resmi Statistik No. 54/08/Th. XV, 6 Agustus 2012.
[ii] Lihat, http://bisniskeuangan.kompas.com/ read/2012/08/07/07451589/Pertumbuhan. Ekonomi. Indonesia. Anomali.