Prisma

Ke Arah Analisa Politik Prosesual

Alfian. Pemikiran dan Perubahan Politik di Indonesia. Jakarta: PT Gramedia, 1978, 305 halaman.

Sampai sekarang, penulisan buku teks tentang kehidupan politik Indonesia moderen oleh orang Indonesia (baik sarjana maupun bukan sarjana) masih belum juga terbit dan beredar dalam masyarakat kita. Sudah cukup banyak buku-buku teks tentang ilmu politik pada umumnya, istimewa tentang sistem pemerintahan, tentang kepartaian atau tentang sistem konstitusional beberapa negara di dunia (antara lain karya Miriam Budiardjo dan F. Ishwara). Seri penerbitan Fakultas Ilmu-ilmu Sosial Universitas Indonesia dan, Universitas Gadjah Mada telah banyak membantu para mahasiswa dan peminat ilmu politik dalam menyediakan sejumlah kumpulan karangan mengenai perbandingan sistem politik dan perubahan politik di negara-negara berkembang. Tetapi, sebuah buku teks tentang Indonesia masa kini, yang menjabarkan struktur dan proses politik Indonesia dan kaitannya dengan kehidupan perekonomian masa Orde Baru, bilakah akan muncul?

Hambatan pokok penulisan dan penerbitan buku teks semacam itu, yang secara terus terang, menganalisa proses-proses sosial, ekonomi dan budaya yang mempengaruhi warna dan tingkahlaku politik Indonesia, ialah bahwa si penulis dan sang penerbit tidak akan merasa pasti bahwa penerbitan buku teks seperti itu akan bebas dari genggaman realita praktek politik sehari-hari. Singkatnya, si penulis dan sang penerbit senantiasa dihantui oleh kemungkinan bahwa pemerintah (tepatnya: sejumlah kecil pejabat dalam pemerintah) sewaktu-waktu bisa melarang pencetakan, penjualan, peredaran dan penyimpanan buku teks yang dipandangnya terlalu “peka”. Buku teks tentang politik Indonesia yang ditulis oleh orang asing dan diterbitkan di luar negeri dalam bahasa Inggeris saja acapkali dipersoalkan, penerbit Indonesia mana yang ingin menanggung risiko buku teks politik terbitannya disambar oleh yang berwajib? Kumpulan karangan Alfian dalam Pemikiran dan Perubahan Politik Indonesia mencerminkan dilema penulis dan penerbit buku-buku ilmu politik di Indonesia. Jika seorang Indonesia tak dapat menulis buku teks (ataupun jenis buku-buku lain) yang menjelaskan makna penyelenggaraan kekuasaan negaranya, lebih-lebih yang menyebutkan dengan gamblang para pelaku dalam sistem politiknya sendiri, maka salah satu jalan keluar ialah mengulas buku-buku teks oleh para “ahli Indonesia” di luar negeri, sambil memberikan komentar dan koreksi seperlunya atas pengamatan yang dipandangnya kurang kena. Jika seorang ilmuwan politik belum bisa menyebut-nyebut secara spesifik para pelaku politik serta pengaruh dan tingkahlakunya dalam kehidupan masyarakatnya sekarang ini, maka salah satu jalan ke luar ialah untuk memberi pengamatan secara umum dan menyeluruh tentang segi-segi “sosial budaya” dari perpolitikan di Indonesia masa kini

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan