Pada masyarakat-masyarakat Barat, pertumbuhan dan modernisasi ekonomi tampak menjadi prasyarat bagi perkembangan kehidupan politik yang demokratis. Hubungan korelatif seperti ini ternyata sukar ditemukan dalam kasus sebagian besar negara Dunia Ketiga, termasuk Asia Timur. Misalnya, Singapura atau Korea Selatan, yang praktis merupakan masyarakat industri, sulit dikatakan secara kualitatif lebih demokratis dari Muangthai atau Filipina.
PERMULAAN abad XX ditandai oleh berkembangnya cerita sukses tentang demokrasi di berbagai bagian dunia. Banyak negara di Dunia Ketiga yang baru merdeka, tergiur untuk mengintrodusir ide-ide demokrasi liberal seperti yang diperkenalkan oleh negara-negara penjajah mereka, sehingga selama sasa paska Perang Dunia II itu, Dunia Ketiga dilanda oleh gelombang dekolonisasi dan liberalisasi nasional.