Prisma

Keindonesiaan: Persatuan yang Terhenti, Kesatuan yang Asimetris

Konstruksi keindonesiaan adalah hasil rekonfigurasi politik terus-menerus selama ratusan tahun di kawasan Nusantara. Dalam proses itu, ada sejumlah elemen sosial tak terkira jumlah dan ragamnya yang hilang, ataupun terpendam secara sosiologis, menjadi laten. Namun, meminjam konsep geologi tentang proses peremajaan (rejuvenation), akan sangat mungkin terjadi pembalikan proses penuaan elemen itu menjadi manifes yang dapat memengaruhi kekenyalan konstruksi keindonesiaan yang memitos. Artinya, kesadaran nasionalisme dan bernegara yang terpendam akan meletup lagi tatkala terjadi stagnasi dalam kehidupan yang mengabaikan realitas.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan