Prisma

Kekuasaan dan Seksualitas

Lintasan Sejarah Pra dan Masa Kolonial

Pembicaraan mengenai seksualitas dalam masyarakat akan lebih terbaca apabila dikaitkan dalam ruang dan waktu tertentu. Dengan demikian, pandangan dan juga sikap mengenai seksualitas akan memiliki nuansanya sendiri dari satu masa ke masa yang lain. Menurut Onghokham, melalui potret sejarah, masa Ratu Victoria dari Inggris (Abad 19) adalah masa yang paling represif terhadap seksualitas di Barat, dan ini kemudian pengaruh dan akibatnya menyebar ke seluruh dunia.

MASALAH sehari-hari yang kelihatannya sepele seperti makan-minum, cara berpakaian, pemukiman, termasuk masalah seksual, sampai kini sangat sedikit mendapat perhatian para sarjana Indonesia. Seksualitas sebenarnya merupakan landasan kehidupan sosial yang seringkali lebih menentukan ketimbang sejarah raja-raja, sejarah politik atau peristiwa-peristiwa besar yang telah kita kenal selama ini. Bagaimana sebenarnya hubungan seksual antara pria dan wanita ditampakkan dalam sejarah Indonesia? Hampir tidak ada bahan-bahan studi sejarah yang dapat digali, karena paling sedikit sejak permulaan abad 19 para sarjana Belanda — cikal bakal “ilmu mengenai Indonesia” berasal — melakukan semacam sensor terhadap soal seksualitas ini.

Pandangan, pendirian, dan sikap mengenai seksualitas tentu berbeda dari jaman ke jaman, atau dari masyarakat yang satu dan masyarakat lainnya. Variasi tentang norma, sikap dan tata cara seksual sama beragamnya dengan perbedaan pandangan mengenai masalah korupsi, penguasaan, kapitalisme atau sosialisme.n^$1^n$^ Walaupun demikian, tulisan ini mencoba menelusuri berbagai aspek mengenai persoalan seksualitas di masa kolonial. Di sini seksualitas tidak hanya dipandang sebagai perwujudan suatu sistem nilai yang normatif dan abstrak, tetapi juga memiliki kaitan erat dengan persoalan kekuasaan atau politik negara serta kepentingan ekonomi masyarakat. Dengan memahami landasan kekuasaan dan basis material dari seksualitas pada masa pra-kolonial dan kolonialisme, diharapkan discourse (wacana) tentang seksualitas bertambah luas dan kaya.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan