Maksud tulisan ini adalah merangkumkan keprihatinan dan keyakinan para anggota Kelompok sehubungan dengan keadaan masyarakat dunia dewasa ini, menentukan posisi yang sementara ini telah dicapai oleh usaha-usaha permulaan kami, membicarakan kekuatan maupun kelemahan-kelemahan yang terkandung dalam corak dan konsep Kelompok itu, dan mengutarakan beberapa bidang masalah yang kami rasa amat perlu segera diselidiki.
Keadaan Gawat Umat Manusia
Dorongan pertama pendirian Kelompok Roma adalah kekhawatiran bersama para anggotanya melihat krisis berat yang kini sedang dihadapi umat manusia – suatu krisis yang kami rasa berbeda sekali jenisnya dari krisis-krisis masa lampau, sedangkan masyarakat-masyarakat dunia masa kini, dengan sikap, nilai-nilai, kebijaksanaan serta kelembagaan mereka yang sekarang, tidak memiliki peralatan yang mampu untuk menanggulainya. Orang di mana-mana dibingungkan oleh serangkaian problim yang sulit ditangani – pencemaran alam lingkungan, krisis kelembagaan, birokratisasi urusan, pengluasan kota tanpa pengendalian, rasa tidak pasti dan tidak puas dalam pekerjaan, alienasi kaum muda, keraguan terhadap nilai-nilai kemasyarakatan, inflasi dan perpecahan di bidang moneter walaupun menikmati kemakmuran materiil, jurang yang menganga antara miskin dan kaya di negeri sendiri maupun di antara bangsa-bangsa – begitulah untuk menyebut beberapa contoh saja.
Semua kesulitan itu ternyata merupakan gejala-gejala ‘kemerosotan dan kelesuan’ umum di seluruh dunia yang hingga sekarang masih belum begitu difahami. Kumpulan problim-problim yang saling berjalan itulah yang kita namakan Problematik. Interaksinya telah menjadi demikian fundamentil dan kritis, sehingga makin sulit untuk mengasingkan dari tengah-tengah keruwetan soal-soal pokoknya dan membahas masing-masing pengaruh itu secara tersendiri. Mencoba berbuat demikian saja agaknya akan menambah kesukaran di bagian-bagian lain dan juga bagian-bagian yang sering tidak menunjukkan kepincangan.
Oleh sebab itu, tidak ada negara, juga yang terbesar sekalipun, yang dapat berharap akan sanggup memecahkan sendiri semua masalahnya, karena masalah-masalah itu melibatkan negara-negara lain dan berpengaruh terhadap sistim dunia semesta sebagai keseluruhan. Namun interdependensi tidak saja terbatas pada hubungan politik, melainkan menyangkut pula sumber-sumber energi, bahan pangan dan bahan mentah untuk industri, pasaran barang-barang, transfer teknologi baru, bahkan menyangkut meletusnya berbagai kekerasan. Selain melampaui soal-soal materiil ini, Problematik menembus kemana-mana, karena aspirasi manusia tidak bisa lagi diikat oleh alam lingkungan dan kebudayaan khusus tertentu. Yang kami sebut “Keadaan gawat umat manusia” adalah menurut kesadaran terbatas kami sendiri melihat banyaknya gejala sesuatu penyakit yang parah dari masyarakat, untuk mana tidak dapat kami berikan resep obat yang manjur karena tidak adanya diagnosis yang bisa diandalkan.
*Naskah asli tulisan ini berjudul “The Club of Rome – The New Threshold”, laporan Komite Eksekutif Kelompok Roma yang dipublikasi pada bulan Februari 1973, setelah terjadinya perdebatan dan kritik sekitar isi buku The Limits to Growth. Terjemahan ke dalam bahasa Indonesia dilakukan oleh R. Sedhono.