
Peter F. McDonald dan Alip Sontosudarmo. Respon terhadap Tekanan Populasi: Kasus Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Institut Kependudukan, Universitas Gadjah Mada dan Gadjah Mada University Press, 1976, Ref., viii + 103 hal.
Buku ini mencoba membahas bagaimana mencari jalan keluar dari tekanan penduduk yang ada, dengan mengambil Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kasus. Sebelum mengulas isi buku tersebut mungkin ada baiknya untuk mengenal terlebih dahulu kedua penulisnya. Dr. Peter McDonald adalah Research Fellow dari Australian National University (ANU), yang diperbantukan pada Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Sedangkan Drs. Alip Sontosudarmo adalah Dosen Geografi Kependudukan pada Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.
Buku ini dapat dibaca oleh kalangan awam, namun ada bagian-bagian tertentu yang mungkin dianggap terlalu teknis. Umpamanya Bab 3 dan 4. Kedua bab tersebut memang diperlukan untuk memperkuat argumentasi yang dipakai kedua penulis dalam membuktikan adanya penyesuaian dari rakyat terhadap tekanan penduduk. Orang awam dapat melewati kedua bab tersebut. Dalam analisa mereka, kedua penulis menemukan bukti-bukti bahwa program Keluarga Berencana (KB) sebenarnya tidak begitu besar pengaruhnya di Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Penurunan fertilitas yang ada antara lain disebabkan oleh meningkatnya umur menikah dan perubahan struktur umur penduduk. Hal lain yang membantu menurunkan tingkat fertilitas adalah kecenderungan pemuda-pemuda untuk migrasi ke luar. Meskipun tingkat migrasi ke luar ini kecil bila dibandingkan dengan jumlah penduduk, tetapi oleh karena yang pindah itu justru mereka yang berumur dewasa muda, maka secara tidak langsung hal ini mempengaruhi perkembangan penduduk, dengan menurunnya tingkat kelahiran dan kenaikan tingkat kematian. Mengenai KB, dalam kesimpulannya kedua penulis itu menegaskan bahwa program yang dilaksanakan pemerintah “tidak sangat berhasil di Yogyakarta”. Meskipun demikian diakui juga bahwa beberapa usaha KB memiliki “masa depan yang baik”.