
Judul : Capitalism and Agrarian Change: Class, Production and Reproduction in Indonesia
Penulis : Muchtar Habibi
Penerbit: Routledge, 2023
Tebal :282 halaman
ISBN : 978-1-032-21217-3 (hbk)
978-1-032-21218-0 (pbk)
978-1-003-26734-8 (ebk)
Buku bertajuk Capitalism and Agrarian Change: Class, Production and Reproduction in Indonesia ini diniatkan oleh penulisnya, Muchtar Habibi, untuk menghadirkan kembali analisis kelas dalam studi agraria, sebagaimana pernah dipakai oleh Ann Stoler, Frans Hüsken, Gillian Hart, Ben White dan Gunawan Wiradi, Frans Hüsken dan Ben White, dan Jonathan Pincus, hingga kuartal akhir abad ke-20 silam.11 Tidak berlanjutnya penggunaan analisis kelas dalam studi agraria, menurut Habibi, berhubungan dengan perhatian utama penelitian yang beralih keluar Jawa dan fokus pada topik konflik agraria antara “rakyat” (yang diasumsikan tidak terdiferensiasi berdasarkan kelas) dengan negara dan korporasi, arus ekspansi besar-besaran proyek pembangunan keluar Jawa, dan fasilitas pendanaan untuk penelitian sosial.
Buku ini “… bertujuan untuk menunjukkan peran penting dinamika kelas dalam membentuk perubahan agraria kontemporer di Indonesia, (dengan) pertama-tama mengembangkan kerangka kerja yang tepat untuk memahami dinamika internal produsen pertanian dalam hubungan sosial kapitalis kontemporer dan, kedua, dengan kerangka informasi ini, menyelidiki perubahan agraria tidak hanya di pulau-pulau terluar Indonesia, tetapi juga di wilayah Jawa yang terabaikan” (hal. 4). Muchtar Habibi membedakan kelas-kelas produser pertanian berdasarkan “hubungan eksploitatif antara pemilik (modal dan lahan) yang mempekerjakan (petani kapitalis atau “tuan tanah” kapitalis) dengan petani- buruh (kelas buruh). Di antara dua kelas yang berbeda itu terdapat produsen komoditas kecil (petty commodity producers) “… yang kebanyakan mempekerjakan tenaga kerja dari keluarga mereka sendiri untuk menggarap tanah mereka; dengan demikian mereka tidak memerintahkan kerja orang lain dan kerja mereka juga
1 Ann Laura Stoler ‘Rice Harvesting in Kali Loro: A Study of Class and Labor Relations in Rural Java,” dalam American Ethnologist, Vol. 4, No. 4, 1977, hal. 678–698; Ann Laura Stoler, “Class Structure and Female Autonomy in Rural Java,” dalam Sign, Vol. 3, No.1, hal. 74-89; Frans Hüsken, “Landlors, Sharecroppers and Agricultural Labourers: Changing Labour Relations in Rural Java,” dalam Journal of Contemporary Asia, No. 9, 1979, hal.140-151; Gillian Hart, Power, Labor and Livelihood: Processes of Change in Rural Java (Berkeley, CA, University of California Press, 1986); Benjamin White dan Gunawan Wiradi, “Agrarian and Nonagrarian Bases of Inequality in Nine Javanese Villages,” dalam Gillian Hart, Andrew Turton, dan Benjamin White (eds.), Agrarian Transformations: Local Process and the State in Southeast Asia (Berkeley, CA.: University of California Press, 1989); Frans Hüsken dan Benjamin White, “Java Social Differentiation, Food Production and Agrarian Control,” dalam Gillian Hart, Andrew Turton, dan Benjamin White (eds.), Agrarian Transformations: Local Process and the State in Southeast Asia (Berkeley, CA.: University of California Press, 1989); dan Jonathan Pincus, Class Power and Agrarian Change: Land and Labour in Rural West Java (London: MacMillan Press, 1996).