Prisma

Kenangan Pamongpraja Zaman Kolonial

Besturen Overzee, Herinneringen van oud-ambtenaren bij het binnenlands bestuur in Nederlandsch-Indie. Met een inleiding uitgegeven door S.L. van der Wal. Uitgeverij T. Wever B.V.-Franeker, 1977. 331 halaman + gambar.

Kondisi sosial dalam zaman kolonial Belanda dapat dilihat paling sedikit dari dua perspektif, yaitu dari sudut persepsi rakyat yang hidup di dalam sistem sosio-politik kolonial dan dari para penguasa kolonial yang bertugas agar sistem itu tetap berfungsi. Jadi dalam hal ini terdapat dua dunia dengan orientasi pandangan yang berlainan yang mungkin pada suatu saat dapat sejalan, pada saat lain dapat bertolakbelakang. Suatu tinjauan historis yang mendalam dan menyeluruh terhadap masyarakat dari periode tertentu dalam zaman itu tidak akan lengkap dan oleh karenanya tidak akan dimengerti jika orientasi pandangan para penguasa tidak diindahkan. Data untuk ini tersedia antara lain dalam surat-menyurat, memori serah jabatan (memorieen van overgave) dari para pejabat pemerintah kolonial, dan laporan-laporan perjalanan mereka itu. Sudah barang tentu analisa terhadap bahan-bahan ini yang memuat peristiwa-peristiwa beserta interpretasi terhadap peristiwa-peristiwa itu berlangsung tanpa adanya kemungkinan lagi untuk bertemu dengan para pelaku yang menimbulkan atau mengalaminya, atau dengan para penulis bahan-bahan itu jika periode waktu adalah dalam abad yang lalu misalnya. Lagi pula jika para penulis itu berbangsa Belanda dengan sendirinya perspektif penglihatan mereka sangatlah dipengaruhi oleh latar-belakang kebudayaan yang berbeda sehingga keseksamaan pengamatan peristiwa itu mengalami distorsi, sedangkan interpretasi dan penilaian bersumber pada kerangka acuannya sebagai pejabat pemerintah kolonial.

Namun demikian hal ini tidaklah berarti, bahwa orientasi itu tidaklah penting; justeru pengetahuan tentang orientasi itu memungkinkan kita memperoleh pengetahuan menyeluruh dan lebih mendalam tentang masyarakat kolonial, bagaimana hubungan pertalian antara penguasa dengan rakyat yang diperintah, maupun dengan para pemimpin pribumi.

Kumpulan karangan yang terdapat di dalam buku ini melukiskan pengalaman sejumlah pejabat pemerintah kolonial pada permulaan karier mereka masing-masing, rata-rata 40-50 tahun yang lalu, ketika kebanyakan dari mereka masih relatif berusia muda. Oleh karena itu berbeda dengan bahan-bahan tersebut di atas, aktualitas karangan-karangan ini justeru lebih kurang mengingat, bahwa yang menyusup ke dalamnya perkembangan eks-teren yang berlangsung sejak mereka berada di daerah-daerah tugas masing-masing, dan perkembangan diri mereka sendiri. Jarak antara pengalaman aktual dan waktu penulisan karangan-karangan itu memberikan kemungkinan kepada para penulis itu untuk meninjau pengalaman mereka itu dengan latar-belakang yang lebih luas dan menjalinkannya dengan refleksi filosofis. Meskipun aktualitas itu telah sangat berkurang karena adanya unsur interpretatif yang kuat, namun karangan-karangan itu memungkinkan kita melihat keadaan dan suasana yang dilukiskannya atas dasar latar-belakang kejadian-kejadian yang sama yang telah berlangsung di Indonesia maupun di dunia umumnya. Sedikit-dikitnya bagi para pembaca yang kini berumur sekitar 45 tahun ke atas.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan