Upaya memahami ketahanan demokrasi di Amerika Selatan adalah dengan cara membandingkan peran militer di tiga negara: Argentina, Brasil, dan Cile. Meskipun ketiga negeri itu memiliki sejarah intervensi militer dalam politik, tingkat konsolidasi demokrasi dan pengaruh militer di sektor sipil yang relatif sama, namun temuan akhirnya menunjukkan variasi yang signifikan. Bagaimana dengan transisi dari rezim otoriter, aktor-aktor dan interaksinya, serta faktor-faktor sosio-politik memengaruhi dinamika hubungan sipil-militer mereka? Dengan menggunakan pendekatan studi komparatif, terindentifikasi pola-pola umum dan perbedaan spesifik dalam adaptasi militer terhadap sistem demokrasi, serta dampaknya terhadap stabilitas dan kualitas institusi demokrasi (ketahanan demokrasi) di masing-masing negeri. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang tantangan dan strategi untuk memperkuat kontrol sipil atas militer di wilayah yang secara historis rawan kudeta.
Kata Kunci: hubungan sipil-militer, ketahanan dan konsolidasi demokrasi, peran militer, redemokrasi