Sebuah Tinjauan tentang Masalah Takdir dari Perspektif Teologi Islam
Hubungan manusia dengan takdir Ilahi tidak sekedar hubungan pasif, tapi mengandung unsur “ikhtiari”, atau hubungan aktif. Djohan Effendi dalam artikel ini menyimpulkan, hubungan aktif itu lahir dalam sikap gairah manusia—dengan fungsi kekhalifahan—untuk hidup tidak sekedar secara alamiah, melainkan insaniah. Ia tidak sekedar menerima apa adanya, melainkan berusaha mengubah serta memperbaiki kehidupan diri dan lingkungannya. Menurut penulis, kemajuan manusia sebagai makhluk jasmani-rohani, tergantung, pada dan ditentukan oleh tanggapan, serta sikapnya terhadap hukum kebendaan dan nilai moral.