Pengertian dan perkembangan komunikasi
Komunikasi merupakan suatu kegiatan manusia yang sedemikian “otomatis” sehingga terlupakan bahwa ketrampilan untuk berkomunikasi juga merupakan hasil “belajar” manusia yang menurut dugaan “diketemukan” 500.000 tahun yang lalu.1 Bagaimana orang belajar dan mengapa ia mendadak memerlukannya dalam perkembangan hidup manusia dari abad ke abad, kurang diketahui orang. Yang diketahui hanyalah bahwa secara “mendadak” manusia secara lisan mulai menjalin pengertian dengan manusia lain melalui kegiatan komunikasinya. Ternyata juga bahwa setiap masyarakat memiliki suatu sistem komunikasi lisan yang cukup sempurna, sehingga membedakannya dari masyarakat lainnya; inilah asal usul bahasa-bahasa di dunia. Sebagai kegiatan dan usaha menjalin pengertian ia memungkinkan orang bekerja sama serta mengadakan pembagian pekerjaan. Dengan berkomunikasi orang dapat menyampaikan pengalamannya kepada orang lain sehingga pengalaman ini “menjadi milik” orang lain pula, tanpa mengalaminya sendiri. Melalui komunikasi orang dapat juga merencanakan masa depannya, membentuk kelompok dan lain-lain. Di sekitar tahun 3000 sebelum Masehi terkenal bahwa di Sumeria dan Mesopotamia telah diketemukan sistem tulisan yang diterakan pada tanah liat yang merupakan komunikasi dalam bentuk “tersimpan” dan dewasa ini tulisan tersebut berada di museum di London. Sekitar tahun 1440 di Mainz (Jerman), Gutenberg menemukan tehnik mencetak dan dalam tahun 1455 tercetaklah buku Injil yang pertama. Dengan diketemukannya tehnik mencetak maka terbukalah kesempatan yang baru bagi manusia untuk berkomunikasi dengan jumlah orang yang lebih banyak; bahkan dengan penggunaan tehnologi komunikasi modern melalui Telekomunikasi, secara teoretis dapat mencapai penerima pesan dalam jumlah tak terbatas.
1 L.S. Harms: Intercultural Communication, Harper and Row, New York, San Francisco, London, 1973 hal, 5