Prisma

Komunitarianisme versus Hak Asasi Manusia

Komunitarianisme menghalangi ekspresi politik HAM dengan cara merelatifkan hak individu terhadap keutuhan komunitas. Hak hanya ada pada komunitas, dan representasinya ada pada otoritas komunitas. Pengalaman politik individual sebagai dasar perjuangan hak tidak dimungkinkan. Akibatnya, perubahan politik sepenuhnya menjadi kompetensi eksklusif pemegang otoritas komunitas. Demokrasi dan Masyarakat Terbuka bekerja untuk egalitarisasi hak. Hierarki mitos dan feodalisme yang melindungi komunitarianisme tidak sejalan dengan politik HAM. Sejauh kepentingan komunitas hendak memperoleh pengakuan, kepentingan itu harus dirumuskan dalam bahasa sosiologis, supaya dapat diuji di ruang publik.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan